Serui, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) melakukan Forum Konsultasi Publik tentang standar Pelayanan. Bertempat di ruang rapat dinas Dukcapil dengan menghadirkan Akademisi, Bagian ORTAL Setda, Tokoh Adat, Paguyuban, Tokoh Agama, LSM dan Komunitas. Kamis, 13/7/2023.

Kepala Dinas Dukcapil kabupaten Kepulauan Yapen, Harold Wenno, AP, M.Si dalam penyampaian materi menyampaikan bahwa Forum Konsultasi Publik ini dilakukan sebagai bentuk penyampaian hasil dan sosialisasi kerja dinas dukcapil.

“Setelah saya memimpin dinas dukcapil Yapen Oktober 2020 sebagai kepala dinas, kami dinas dukcapil Yapen memang punya banyak pekerjaan tentang kependudukan dan catatan sipil. Namun puji Tuhan kami berhasil membuat perubahan yang sangat signifikan” tutur dalam sambutannya membuka kegiatan, mewakili Penjabat Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, Cyfrianus Yustus Mambay, S.Pd, M.Si.

Selain membuka kegiatan dimaksud, Harold Wenno juga sebagai pembawa materi dalam forum konsultasi publik tersebut.

Lanjut, dalam pemaparan materi tentang standar layanan publik, kepala dinas memaparkan landasan hukum yang wajib dijalankan sebagai organisasi perangkat daerah, tapi juga dibuktikan persentasi hasil-hasil kerja yang telah dilakukan dukcapil.

“Kami dukcapil berkomitmen dengan pelayanan publik. Kami punya maklumat pelayanan publik dan kami berkomitmen dengan hal ini. Kami dukcapil Yapen juga telah mendapat penghargaan salah satu OPD di Yapen yang mampu dan terus berkomitmen dalam pelayanan publik kepada masyarakat sesuai aturan yang ada” ujarnya.

Dalam forum diskusi ini, banyak pertanyaan dan dijawab dengan baik oleh dukcapil. Serta beberapa hal masukan yang diambil sebagai masukan untuk meminimalisir masalah dalam kependudukan dan pencatatan sipil.

Kepala Dinas Dukcapil kabupaten Kepulauan Yapen, Harold Wenno, AP, M.Si dalam penyampaian materi

“Apresiasi kami dari adat kepada dinas dukcapil Yapen, atas kerja-kerjanya hingga banyak perubahan terjadi. Program jemput bola atau Jebol untuk perekaman e-KTP ke kampung-kampung, sangat baik. Demikian juga dengan Kartu Identitas Anak atau KIA. Dimana KIA Yapen tahun 2021 masih nol, namun berkat kerja dukcapil, tahun 2023 ini sudah banyak yang terdata” ujar Wellem Zaman Bonai.

Masukan lainnya juga dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Relawan TIK Papua, Mark Imbiri. “Sosialisasi di media masa menjadi penting, terutama dalam membangun kesadaran masyarakat dalam kependudukan dan catatan sipil. Zaman sekarang, banyak yang bersentuhan dengan sosialisasi dalam bentuk visual, YouTube dan TikTok, sehingga perlu penyesuai oleh dukcapil” ucap Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Kegiatan berjalan dengan baik dan harapannya dapat memberikan dampak yang baik demi kemajuan pelayanan publik. (*)